Hari ke-1: MENGENAL AKAR TOTOK PUNGGUNG
Sejarah & Filosofi di Baliknya ━━━━━━━━━━━━━━━ 🌱 AWAL MULA — sekitar 2002 Semua bermula dari sebuah musibah pada outbound pesantren alam di Desa Cigudeg, Bogor. Ustadz Abdurrahman saat itu menjadi salah satu panitia. Ketika peserta melintasi sungai lewat jembatan bambu, jembatan patah. Beberapa peserta cidera — salah satunya cukup parah hingga mengalami dislokasi sendi bahu, sampai harus dibawa menggunakan daun pintu gedung kepala desa. Peserta itu dibawa ke tempat Pak Sarbini. Di sanalah Ustadz Abdurrahman menyaksikan langsung: Pak Sarbini menotok punggung pasien, mereposisi perlahan, menotok menyeluruh termasuk area bahu/belikat, lalu mereposisi kembali. Hasilnya menakjubkan — peserta yang tadinya parah bisa kembali menyeburkan diri ke sungai untuk melanjutkan outbound. Yang membuat kagum, Pak Sarbini tidak "mengurut" seperti terapis patah tulang pada umumnya. Beliau menegaskan: ini totok, bukan pijat atau urut. Sejak itu Ustadz Abdurrahman ingin mempelajarinya — tapi ...